IMG-20141208-000599

Hasil Madu dari Wamena

IMG-20141208-00059
Cyntia Warwe, Koordinator Program Ekonomi Pt. Hapin bersama Gerson Wetapo, Ketua Kelompok DANI WAH dan madu produksinya.

Bulan September lalu secara resmi Hapin mendukung kegiatan ternak lebah madu dari Kelompok DANI WAH dari kapung Hitigima, Wamena.  Hapin berkontribusi dalam pembuatan kandang dan peti kayu baru, serta perlengkapan panen. Selama ini kelompok mengalami kesulitan karena peti dan sisiran kayu yang mereka punya tidak sesuai dengan standar ukuran mesin penggiling (mesin panen) yang diberikan oleh Dinas peternakan Kabupaten Jayawijaya. Selain itu, kandang mereka yang lama kondisinya sudah tidak layak sehingga banyak diserang hama.

Pada akhir November lalu, kelompok baru saja memanen madu mereka. Ketua kelompok Gerson Wetapo berkesempatan ke Jayapura pada tanggal 8 Desember dan berkunjung ke kantor Hapin dan membawa 2 botol madu hasil panen kelompok. Madu Kelompok Dani Wah akan dibeli oleh Yayasan Oikonomos Papua (YOP) di kota Wamena. Hal ini tentu meningkatkan nilai ekonomi produk madu kelompok. Konsekuensi selanjutnya adalah meningkatkan pendapatan kelompok. Untuk itu kelompok dapat fokus pada peningkatan produksi dan pemeliharaan ternak.

Madu alami ini sangat enak dan harum seperti bau bunga-bunga hutan. Nyatanya menurut hasil penelitian Doktor Dennis Anderson ahli perlebahan dari Australia, madu Wamena adalah madu berkualitas tinggi karena masih alamiah dan tidak ada kontaminasi zat kimia sehingga layak dikonsumsi oleh siapa saja.

Yulius-Degei-education-1180x885

Yulius Belajar dan Bekerja

yulius mo jual sapu
Yulius: laptop di bahu , sapu anyaman di tangan. Belajar dan Bekerja.

Yulius Degei asal suku Mee, Paniai sedang kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura. Misinya adalah memanusiakan manusia Papua. Untuk itu Yulius memilih menjadi Guru BK (Bimbingan dan Konseling). Menurutnya kalau siswa sakit maka harus ke klinik/rumah sakit, tetapi kalau siswa stres atau mengalami kesulitan belajar mereka harus konsultasi dengan Guru BK-nya.

Dia sangat menikmati studinya karena ada banyak tantangan dan rintangan yang mengasah dirinya. Dia juga harus berusaha keras membiayai kuliah dan hidupnya sendiri. Semua perjuangan itu hampir terbayar, bulan Maret 2015 Yulius akan diwisuda setelah bulan lalu skripsi dan ujiannya telah diterima dengan baik oleh tim penilai.

Skripsinya mengambil contoh kasus di SMA YPPK Taruna Darma, Jayapura, tentang bagaimana memotivasi siswa belajar Matematika, mata pelajaran yang menjadi momok bagi kebanyakan siswa. Apalagi di SMA ini juga banyak terdapat siswa/i asli Papua. Yulius kemudian mendorong anak-anak asuhnya untuk belajar matematika secara berkelompok agar dapat saling membantu.

Sebelumnya, di bulan Februari-Juli Yulius juga melakukan praktek mengajar di sekolah yang sama. Dalam praktek ini Yulius mengajar sekali seminggu tentang materi-materi BK, seperti Ragam Kecerdasan Manusia, Kepribadian Manusia dan Penyalahgunaan Miras dan Narkoba di kalangan remaja.

Di tengah kesibukan kuliahnya, Yulius aktif belajar keterampilan menganyam sapu tangkai. Sapu-sapunya dia jual untuk membiayai pengeluarannya sehari-hari. Yulius bahkan mempunyai 2 orang murid yang diajarinya keterampilan ini. Mereka pun menggunakan hasil penjualan sapu untuk biaya sekolah. Yulius sangat bangga pada mereka.

Yulius berjanji anak cucu orang Papua nanti tidak akan hidup susah di Tanah ini seperti halnya generasi sekarang ini.

pu

Dukungan bagi Usaha Kios

P1000906Pada tanggal 14-15 Oktober lalu Pt. Hapin menyelenggarakan Pelatihan Pembukuan Usaha bagi staf kios Koperasi PATO dari kampung Aimbe. Sebelumnya Koperasi PATO mendapat dukungan berupa Pelatihan Penanggulangan Hama Kakao.

Pelatihan kedua ini diberikan sebagai dasar rangkaian dukungan Pt. Hapin terhadap usaha Koperasi PATO menjadi mandiri. Melalui usaha kios ini merupakan Koperasi ingin menyediakan kebutuhan dasar sehari-hari masyarakat Aimbe dan sekitarnya. Kedepannya koperasi akan menjadi agen pemasar dari hasil kebun masyarakat, bagi biji kakao maupun hasil bumi lainnya.

Staf kios mengakui bahwa selama ini mereka belum mempunyai manajemen usaha. Melalui pelatihan ini diharapkan staf kios, yang berjumlah 4 orang, dapat menjalankan usahanya dengan efektif dan efisien serta menguntungkan. Pelatihan diberikan oleh 2 staf Pt. Hapin sendiri, yaitu Cyntia Warwe sebagai Koordinator Program Ekonomi dan Dominggas Nari sebagai Koordinator Prog. Pendidikan. Keduanya adalah pelatih bersertifikat dari ILO (International Labour Organisation dari PBB). Materi yang diberikan adalah:

  • Manajemen usaha: pembagian tugas, pengaturan logistik, penentuan harga dan margin keuntungan
  • Pembukuan kios:  barang keluar-masuk, arus uang, penggajian
  • Manajemen keuangan keluarga: sasaran, anggaran, tabungan

Peserta cukup aktif dalam bertanya karena memang banyak hal baru yang menarik yang mereka terima. Hasil evaluasi bersama peserta juga menunjukkan kepuasan mereka pengetahuan dan keterampilan yang didapat. Tim Hapin akan melakukan monitoring secara berkala untuk melihat perkembangan di lapangan.

Menutup pelatihan tersebut, Hapin telah menyiapkan barang modal bagi Kios dan dapat dibawa pulang langsung oleh peserta ke kampung. Harapannya agar ilmu yang didapat langsung dipraktekkan pada barang modal yang telah mereka terima.

Foto-foto kegiatan dapat dilihat di sini.

ykub2

Yakup: Hari ini belajar, besok jadi Pemimpin

ykubYakup Tamaka, biasa dipanggil Jeck, berasal dari Arimtab, Pegunungan Bintang. Sejak tahun 2010 Jeck mendalami ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia Timur di Makassar. Jeck adalah mahasiswa pelarian, artinya ia memutuskan berangkat kuliah tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bagi Jeck pendidikan tinggi yang bermutu itu sangat penting.

Akibatnya Yakup sendiri yang harus menanggung beban biaya kuliah dan biaya kehidupan sehari-hari. Yakup bersyukur karena mendapat bantuan dari Pt. Hapin sejak semester 1 hingga sekarang semester 7. Namun segala keterbatasan ini tidak mengurangi semangat belajarnya sebagai minoritas mahasiswa Papua di kampusnya.

Yakup justru tergolong sebagai aktivis. Dia memilih menjadi aktivis keagamaan baik di kampus maupun di Gereja. Waktu liburan digunakan Yakup untuk pelayanan penginjilan ke Sulawesi dan Kalimantan. Kegiatan-kegiatan ini mengajarkan banyak hal kepada Yakup dan memotivasinya dalam hidup dan pendidikannya.

Namun Yakup tidak lupa dengan tugasnya sebagai seorang pelajar. Yakup senang bisa mempraktekkan ilmunya di lapangan. Hingga kini Yakub sudah mengikuti 4 praktek lapangan berupa Pengalaman Belajar Lapangan dan yang terakhir Praktek Kerja Lapangan di Kabupaten Kepulauan Selayar, di Sulawesi Selatan. Yakup yakin pengalaman praktek ini akan membantunya untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat, lingkungan dan dunia kerja setelah lulus kuliah.

Pesan dari Yakup untuk generasi muda Papua:

1. Kita harus hilangkan kata “Yang Penting”: yang penting sekolah; yang penting kuliah; yang penting pegang ijasah => kata ‘yang penting’ ini membuat kita meremehkan diri kita sendiri dan tidak ‘berusaha untuk menjadi dan mencari yang terbaik’.

2. Jangan pernah ragu dan takut akan masalah dalam dunia pendidikan

3. Jangan pernah menyerah sebelum mencoba

4. Kita harus berani melangkah dan mengambil resiko.

papua

Papua Mutiara Hitam

FVS_8749Pulau Papua merupakan pulau terbesar kedua di dunia. Setengah bagian pulau sebelah timur merupakan Negara Papua New Guinea, dan bagian barat pulau adalah bagian dari Indonesia. Sejak tahun 1999 terbentuk dua provinsi, provinsi Papua dengan ibukota Jayapura dan Papua Barat yang beribukota di Manokwari.

Papua, Surga kecil jatuh ke bumi
Itulah sepenggal lagu “Aku Papua”. Keindahan alam Papua telah menjadi inspirasi banyak gubahan lagu. Papua memiliki hampir semua bentang alam dunia, mulai dari keindahan dunia bawah laut, garis pantai pasir putih, delta hutan bakau dan rawa payau, dataran rendah hutan hujan tropis, gunung-gunung dan lembah di atas awan, danau-danau purba dan sungai-sungai yang meliuk mencari laut hingga puncak salju tropis yang abadi.

Manusia Papua
Papua
Orang Papua sama kaya dan uniknya seperti alam mereka. Ada ikatan yang erat antara manusia, alam dan tradisi. Kekayaan alam adalah harta orang Papua; tradisi adalah pegangan hidup mereka. Orang Papua dari pantai sampai gunung, utara sampai selatan sama beragamnya seperti bentang alam Papua. Namun semuanya disatukan dalam semangat Orang Papua, identitas diri yang mencerminkan kebanggaan, keramahan, kesederhanaan dan persaudaraan.

Menjawab tantangan dunia global
Manusia dan alam Papua tak lepas dari pengaruh perkembangan dunia yang semakin pesat. Ada berbagai pembangunan yang memaparkan efek positif maupun negatif bagi Papua. Pembangunan tersebut diikuti dengan perubahan-perubahan drastis yang dapat membawa Papua kehilangan kekayaan dan identitasnya. Untuk menghindari hal tersebut Papua perlu mendefinisikan suatu pembangunan berkelanjutan yang berprinsip pada kearifan lokalnya.

micorcredit

Bertumbuh dengan Mikrokredit Hapin

MikrokreditProgram Mikrokredit ini lahir dari pengamatan kami selama aktif bersama pedagang asli Papua. Mereka banyak terlilit hutang yang besar karena meminjam uang kepada tengkulak dan koperasi-koperasi liar yang mematok bunga pinjaman yang tinggi. Pedagang membutuhkan modal dalam jumlah besar dan inginnya cepat sehingga mereka menggunakan jalan pintas yang ditawarkan koperasi-koperasi liar yang banyak menjamur di kota Jayapura. Akibatnya mereka berdagang hanya untuk melunasi hutang-hutangnya dan usaha mereka tidak maju-maju.

Tujuan Program Mikrokredit Hapin adalah memutuskan ketergantungan pedagang asli Papua kepada tengkulak dan koperasi-koperasi liar ini. Pinjaman dari Hapin dapat digunakan untuk menambah modal usaha, membeli peralatan penunjang usaha dan juga perbaikan tempat usaha.

Program Mikrokredit Hapin ini mengutamakan kenyamanan dan fleksibilitas yang tinggi, yaitu tingkat bunga yang rendah serta besar dan jangka waktu pengembalian dapat disesuaikan dengan kemampuan para Pedagang. Selain dukungan untuk modal usaha, Hapin juga mengusahakan peningkatan kapasitas bagi para penerima manfaat.